Kesehatan
Benarkah Lari Bikin Kulit Kendur? Simak Cara Mengatasi Runner Face
Istilah runner face ini umumnya menggambarkan tampilan kulit wajah yang berubah warna dan memiliki keriput yang terlihat kasar, lelah, atau lebih tua.
Itu bagus untuk beberapa hal, tapi bisa kurang bagus untuk yang lain.
“Lemak subkutan memberikan volume dan dukungan pada kulit, menyamarkan garis-garis halus dan kerutan serta memberikan tampilan yang lebih berisi, menyegarkan, dan lebih muda,” kata Elie Levine, MD, seorang ahli bedah plastik bersertifikat di New York City.
Baca juga: KONI Merauke Cetak Juara Atlet Lari Maraton 10 Kilometer, Ribuan Peserta Antusias
"Seiring bertambahnya usia, volume ini secara alami menurun, jadi jika kamu memiliki lemak tubuh yang rendah, kulitmu akan tampak menua."
Kurangnya dukungan pada kulit Rendahnya lemak tubuh di wajah juga bisa menyebabkan kulit tidak terdukung. Misalnya saja lemak wajah di pipi dan bantalan lemak di sekitar mata.
Jika hal tersebut hilang, maka kulit akan kehilangan dukungannya, jelas Leo Lapuerta, MD, seorang ahli bedah plastik di Houston. Hal ini dapat menimbulkan efek kendur.
Seorang pelari jarak jauh mungkin juga terlihat agak pucat.
“Hilangnya bantalan lemak di sekitar area mata membuat mata terlihat lelah dan cekung, dan tampilan mata yang lelah kan menambah tampilan wajah yang tirus,” kata Lapuerta.
Kerusakan akibat sinar Matahari Banyak pelari menghabiskan waktu berjam-jam di luar ruangan, yang dapat berkembang menjadi paparan sinar matahari kronis.
“Efek sinar matahari pada kulit dikenal sebagai photoaging dan telah terbukti menyebabkan peningkatan kerutan, tekstur kulit yang buruk, dan perubahan warna,” kata Lin.
“Karena pelari cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di bawah sinar matahari dan berpotensi tanpa perlindungan terhadap sinar matahari, kerusakan akibat sinar UV dari matahari dapat menyebabkan tanda-tanda photoaging seiring berjalannya waktu, yang secara kolektif dapat menyebabkan apa yang disebut runner face.”
Lin menambahkan bahwa penelitian juga menemukan bahwa berkeringat dapat meningkatkan kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet pada kulit.
Radikal bebas Bukan hanya sinar matahari yang berdampak buruk pada kulit saat berlari.
“Kulit juga terpapar radikal bebas dan elemen lingkungan lainnya, sehingga rentan terhadap kerusakan oksidatif, yang dapat menyebabkan kulit terlihat lebih tirus, kendor, keriput, dan kusam,” kata Levine.
Baca juga: Atlet Tinju Putri Papua Ini Bercita-cita Jadi Tentara, Raih Juara 1 Lari Maraton
Bagaimana cara mencegah munculnya runer face?
Hindari berlari di bawah sinar Matahari Dengan cara ini, kita mengurangi eksposur sebanyak mungkin.
| Sinergi ASABRI dan Polda Papua: Program TUNAS Sasar Penurunan Stunting di Muara Tami Jayapura |
|
|---|
| RSUD Abepura Gandeng Bank Papua untuk Pembayaran Digital, Begini Cara Kerja Payment Point |
|
|---|
| PIS dan doctorSHARE Hadirkan Layanan Kesehatan Terapung di Papua, Sasar 10 Ribu Warga Waigeo Utara |
|
|---|
| 5 Alasan Utama Orang Indonesia Memilih Berobat ke Luar Negeri |
|
|---|
| Virus HMPV: Apa Itu dan Mengapa Perlu Diwaspadai? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/29042024-Olahr.jpg)