Papua barat
Warga Papua Barat Ancam Palang Akses 2 Provinsi Jika Pemerintah Abaikan Jembatan Wariori
"Jangan jadikan aktvitas pertambangan jadi tameng untuk menutupi kelalaian pemerintah dalam perencanaan dan pencegahan,"
Ringkasan Berita:
- Ancaman Pemalangan: Warga akan menutup total akses jalan lintas provinsi jika Jembatan Wariori tidak segera diperbaiki.
- Bantahan Penyebab: Tokoh pemuda menegaskan banjir akibat kelalaian perencanaan pemerintah, bukan karena aktivitas pertambangan.
- Akses Strategis: Kerusakan jembatan di jalur Trans Papua Barat ini telah terbengkalai setahun dan memutus koneksi dua provinsi.
TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI – Tokoh pemuda Distrik Wasiwari, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Pilemon Mosyoi, menegaskan bahwa banjir yang merusak Jembatan Wariori bukan karena aktivitas pertambangan.
Menurutnya, luapan sungai Wariori adalah masalah tahunan yang sudah semestinya masuk perencanaan dan pencegahan oleh pemerintah daerah dan instansi teknis terkait.
"Jangan jadikan aktvitas pertambangan jadi tameng untuk menutupi kelalaian pemerintah dalam perencanaan dan pencegahan," tegasnya kepada media di Manokwari, Minggu (10/5/2026)
Ia meminta normalisasi sungai Wariori dengan pemasangan bronjong di sepanjang bantaran hingga muara.
Baca juga: Ketua LMA Lanny Jaya Minta Bantuan Pemeritah Cari 28 Orang Hilang di Kali Uwe
"Agar permukiman warga tidak lagi terancam," pintanya.
Pilemon mendesak pemerintah daerah dan provinsi segera menangani kerusakan akses jalan dan jembatan Wariori yang kembali rusak diterjang banjir pekan lalu.
Jembatan yang berada di jalur strategis Trans Papua Barat ini menghubungkan Papua Barat dan Papua Barat Daya, tepatnya di Distrik Wasiwari (pemekaran dari Sidey).
“Jembatan sungai Wariori sudah rusak lebih dari setahun sejak 2024. Kami minta pemerintah segera melakukan penanganan perbaikan,” tegasnya.
Baca juga: KPK dan BPK Perintahkan BPKAD Biak Tarik 45 Kendaraan Dinas Dari Pensiunan
Ia menyoroti dampak kerusakan jembatan terhadap dunia pendidikan. Banjir yang merusak jembatan bertepatan dengan musim ujian sekolah, sehingga keselamatan siswa terancam.
“Anak-anak mau ke sekolah untuk ujian, bagaimana kalau jembatan darurat hampir ambruk?” ujarnya.
Pilemon juga mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) serta Balai Jalan dan Jembatan Papua Barat segera turun tangan.
Menurutnya, jembatan darurat yang dibangun Pemda Manokwari pada 2024 kini terancam rusak parah akibat luapan air sungai.
Baca juga: 700 Personel Kawal 2 Massa Bertolak Belakang yang Hendak Bertemu di DPR Papua Tengah
“Jembatan darurat sangat membahayakan nyawa masyarakat saat banjir,” katanya.
Ia menegaskan, warga Kampung Wariori hingga Aurmios telah berkomitmen melakukan aksi menutup akses jalan lintas provinsi jika hingga Desember 2026 tidak ada langkah perbaikan.
“Sebelum Desember jembatan harus diperbaiki. Kalau lewat, kami akan palang akses dua provinsi ini,” tegasnya.
Sementara itu, Dinas PUPR Kabupaten Manokwari yang dikonfirmasi menyebut pihak yang memiliki tanggung jawab pembangunan jembatan Wariori adalah Balai Jalan dan Jembatan Papua Barat.(*)
Tribun-Papua.com
Papua Barat
Kapolda Papua Barat
Polda Papua Barat
DPRD Papua Barat
Pemprov Papua Barat
Papua Barat Terkini
Balai Jalan Nasional
| Aksi Massa di Manowari, Kantor Gubernur Papua Barat Digeruduk: Honorer Tagih Janji Pengangkatan PNS |
|
|---|
| Momen Hari Guru, Filep Dorong Pemda Realisasikan Anggaran untuk Kesejahteraan Guru, Ini Alasanya? |
|
|---|
| Masih Ingat Paulus Waterpauw? Jabat Kabaintelkam Polri hingga Gubernur: Kini Nasibnya Berubah |
|
|---|
| Paulus Waterpauw Pensiun |
|
|---|
| 9 Oknum Jaksa dan Tata Usaha di Papua Barat Dijatuhi Sanksi Internal, Diduga Peras Keluarga Terdakwa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/papuabratajembtanans.jpg)