Minggu, 3 Mei 2026

YPMAK

Ini Cara Unik Petugas Medis YPMAK Lindungi Warga Ararau Dari Malaria

"Untuk penaganan malaria itu kami tetap lakukan Layanan Temu Tuntas (LTT),  obat kami pegang dan setiap hari warga datang dan

Tayang:
Tribun-Papua.com
PROGRAM YPMAK - Nampak Divisi Monev Kesehatan YPMAK Kampung Sehat YPMAK memantau pelayanan program mereka untuk warga di Kampung Ararau, Distrik Mimika Barat Jauh, Papua Tengah, Jumat (01/4/2026).  

"Untuk penaganan malaria itu kami tetap lakukan Layanan Temu Tuntas (LTT),  obat kami pegang dan setiap hari warga datang dan minum. Kalau tidak kami langsung ke rumah warga untuk memberi obat dan memastikan kepatuhan pasien agar tuntas minum obat malaria, " ucapnya.

Baca juga: Hardiknas: Pendidikan Anak-anak Papua Terjebak di Tengah Konflik Keamanan yang Terus Berulang

Sementara itu, tim monitoring dari Divisi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kesehatan YPMAK turut hadir untuk meninjau langsung pelayanan di Kampung Ararau.

Staf Divisi Monev Kesehatan YPMAK, Frans Wabiser, melakukan peninjauan langsung dengan menanyakan berbagai aspek pelayanan, mulai dari pemeriksaan pasien, pemberian obat, hingga kendala yang dihadapi petugas di lapangan.

Ia juga menggali informasi terkait pelayanan tambahan seperti pemberian makanan tambahan serta jarak pelayanan dari base camp ke lokasi warga.

Kepala Divisi Monev Kesehatan YPMAK, Riana Wadibar, menegaskan bahwa kegiatan monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung dampak program terhadap masyarakat.

Baca juga: Hardiknas 2026, Kadis Pendidikan Sarmi Soroti Kesejahteraan Guru dan Program Revitalisasi Sekolah

“Kami ingin melihat bagaimana dampak layanan dari mitra kepada masyarakat, apakah benar-benar membantu dan bagaimana hubungan tenaga kesehatan dengan warga di kampung,” ujarnya.

Riana menambahkan, pihaknya juga menilai capaian target layanan, seperti jumlah pemeriksaan kesehatan, kegiatan edukasi, serta tingkat pemahaman masyarakat terhadap pola hidup sehat.

Sekadar informasi, bangunan Kampung Sehat YPMAK di Ararau telah berdiri sejak 2016. Pada tahun 2026, layanan kesehatan di kampung tersebut didukung oleh tenaga medis yang terdiri dari bidan Adina Tulhujjah, serta perawat Bernardeta Batlyayeri, Anselmus Katakanlah, dan Enggelbertus Yari.(*)

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved