Breaking News:

PILKADA YALIMO

Pengungsian di Yalimo Capai 1.302 orang

Jumlah warga pengungsian pascaaksi anarkis di Kabupaten Yalimo, hingga Jumat (2/7/2021) mencapai hingga 1.302 orang.

(Anyong)
Warga antre mendapat bantuan makanan di posko pengungsian yang tersebar di Wamena. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Jumlah warga pengungsian pascaaksi anarkis di Kabupaten Yalimo, hingga Jumat (2/7/2021) mencapai hingga 1.302 orang.

Kabag Ops Polres Yalimo AKP Agus Tianto menyebutkan ada enam titik pengungsian warga di Kabupaten Yalimo.

“Gereja tiga tempat, Polres, Kodim persiapan, dan Pos Ramil,” ucapnya ketika dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (2/7/2021) malam.

Baca juga: Jadi Target Pembakaran, Aparat Jaga Ketat Kantor Bupati Yalimo

Kata dia, jumlah pengungsian terbanyak berada di Polres yakni 586 orang.

Sementara Pos Ramil 469, Kodim Persiapan 82 orang, gereja Kingmi 40, gereja Katolik 45 dan gereja GJRP 80 orang.

“Para pengungsi saat ini dalam keadan baik,” jelasnya.

Baca juga: Pascaaksi Anarkis dan Pembakaran Kantor Pemerintahan, Brimob Polda Papua Tiba di Yalimo

Agus memaparkan saat ini, perbantuan personel Brimob Polda Papua telah tiba di Yalimo sejak Kamis (1/7/2021) siang dan berstatus stand by di Polres.

Meski situasi berangsur kondusif, namuan tidak menutup kemungkinan akan terjadi gejolak susulan.

“Massa dalam jumlah besar ada duduk di dua titik, dan itu dalam jumlah besar,” bebernya.

Baca juga: Ratusan Warga Yalimo Masih Takut Kembali Pasca-kerusuhan, Aparat: Kita akan Kirim Pasukan Lagi

Diketahui sedikitnya ada 7 kantor pelayanan pemerintah dibakar oleh masa pendukung salah satupasangan calon.

Gedung yang menjadi sasaran yakni kantor Penyelenggaran Pemilu, Kantor KPU, Bawaslu, dan kantor Gakkumdu.

Sementara Kantor Pemerintahan yakni Gedung DPRD, Dinas Kesehatan, BPKM, dan Kantor Dinas Perhubungan termasuk Kantor bank Papua ludes terbakar.

Baca juga: Massa Palang Bandara, Polda Papua Batal Kirim Pasukan Brimob Ke Yalimo

Selain pembakaran kantor penyelenggaraan Pemilu, dan Pemerintah serta Kantor perbankan, massa juga melakukan aksi blokade jalan utama Elelim, ibukota Yalimo.

Masyarakat khususnya pendatang memilih meninggalkan rumah dan berlindung di kantor kepolisian setempat guna mengatisipasi amuk massa.

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved