Pemekaran Papua

2 Orang Tewas Saat Demo DOB di Yahukimo, Kini Kasusnya Dilaporkan ke Kompolnas

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua dan Papua Barat melaporkan kasus tewasnya dua warga sipil saat demo DOB di Yahukimo ke Kompolnas.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
Aksi perusakan dan pembakaran dalam demo tolak DOB di Dekai, Yahukimo, Papua, Selasa (16/3/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Aksi demonstrasi penolakan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Kabupaten Yahukimo, Papua, Selasa (16/3/2022) menewaskan dua warga sipil kini kasusnya dilaporkan ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Laporan tersebut dilayangkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua dan Papua Barat, pada Jumat (1/4/2022).

“Kami laporkan, sehingga Kompolnas juga ikut mengawal proses hukum dan penyelidikan yang saat ini tengah dilakukan oleh Propam Polda Papua terhadap oknum aparat kepolisian yang terlibat dalam kasus kerusuhan,” kata anggota Kuasa Hukum LBH Papua dan Papua Barat, Aris Howay, Jumat.

Baca juga: 2 Orang Tewas hingga 1 Petugas Terluka dalam Demonstrasi Tolak DOB di Yahukimo yang Berakhir Ricuh

“Demo damai tolak DOB di Yahukimo ini berakhir ricuh dan menyebabkan Delapan orang korban. Dua orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia,” lanjutnya.

Aris menjelaskan, pihaknya membuat laporan ke Kompolnas lantaran ada dugaan pelanggaran beberapa Undang-Undang (UU) oleh pihak kepolisian.

Yaitu UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) Pasal 9 Ayat 1 yang menyebutkan setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup dan meningkatkan taraf hidupnya. 

“Pasal 23 Ayat 2 menyebutkan setiap orang berhak mempunyai dan memperluaskan pendapat sesuai hati nurani secara lisan atau tulisan,” jelasnya.

Aris mengatakan, Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kebebasan Berekpresi dalam Pasal 13 Ayat 2 meyebutkan bahwa Polri bertanggung jawab memberikan perlindungan terhadap peserta yang menyampaikan pendapat.

Baca juga: Demo DOB di Yahukimo Berujung 2 Warga Tewas, Bupati Yahukimo: Sangat Disayangkan

Pasal 13 Ayat 3 menyebutkan bahwa dalam melaksanakan pendapat di muka umum, Polri bertanggung jawab untuk menjamin keamanan dan ketertiban.

“Namun yang terjadi kita lihat yang di Yahukimo, aparat kepolisian diduga terlibat dalam kerusahan saat demo damai tolak DOB di Yahukimo dan menyebabkan 8 orang menjadi korban, 2 orang korban meninggal dunia,” katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved