ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

KLB yahukimo

Pemerintah Yahukimo Membantah Isu Wabah Mengakibatkan 55 Warga Meninggal Dunia

“Kami dari Distrik Nipsan memang mendengar adanya kabar tentang musibah ini. Tapi saya sebagai kepala distrik menegaskan bahwa informasi yang beredar

Tribun-Papua.com/istimewa
KLB YAHUKIMO: Kepala Distrik Nipsan, Septhinus Wisabla, (Tengah, )kepala Puskesmas Kepala Puskesmas Nipsan, Hosea Wisabla,  (tengah) Kepala Kampung Ikmok, Enos Kwak ( kanan) saat memberikan keterangan. Mereka mengklarifikasi terkait informasi yang beredar terkait KLB yang menyebutkan 55 warga meninggal terserang penyakit. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Polemik terkait meninggalnya 55 warga di Distrik Talambo dan Distrik Nipsan, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, akibat wabah penyakit memicu reaksi dari para pejabat pemerintah setempat. Mereka membantah kabar tersebut dan menegaskan pentingnya konfirmasi data sebelum informasi disebarluaskan ke publik.

Kepala Distrik Nipsan, Septhinus Wisabla, menyatakan bahwa kabar yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Baca juga: YKKMP Minta TNI-Polri dan TPNPB Silahkan Berperang Namun Tetap Lindungi Warga Sipil di Yahukimo

“Kami dari Distrik Nipsan memang mendengar adanya kabar tentang musibah ini. Tapi saya sebagai kepala distrik menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial itu tidak benar,” ujarnya kepala distrik melalui telepon selurer, Selasa (27/5/2025).

Septhinus meminta media untuk menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, dengan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak berwenang sebelum mempublikasikan informasi.

Baca juga: 35 Anggota DPRD Yahukimo Dilantik, Didimus Yahuli: Mari Bangun Daerah yang Sehat, Cerdas dan Mandiri

 “Kami sampaikan kepada semua media, baik di Papua Pegunungan maupun di luar Papua, tolong jangan membuat berita tanpa konfirmasi. Lakukan wawancara dengan semua tokoh terkait agar informasi yang disampaikan akurat dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Menurutnya, pelayanan kesehatan di wilayah tersebut terus berjalan. Bahkan sejak Januari hingga Mei 2025, pihaknya telah membawa dokter untuk menangani warga.

Baca juga: Anggota KKB Yahukimo Esau Giban Tewas dalam Operasi TNI, Aktivis HAM Serukan Resolusi Damai Papua

“Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo, terutama kepada bapak bupati. Berkat dukungan dan bantuan mereka, angka kesakitan dan kematian sudah menurun,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa data pasti mengenai jumlah kematian akan diumumkan setelah tim medis menyampaikan hasil pemeriksaan resmi.

Baca juga: Kontak Tembak di Yahukimo, Satu Tentara Organisasi Papua Merdeka Dilaporkan Tewas

Sementara itu, Kepala Puskesmas Nipsan, Hosea Wisabla, membantah tudingan bahwa pihaknya lalai dalam penanganan kesehatan warga.

“Sebagai kepala puskesmas, saya tidak pernah lepas tanggung jawab. Saya sudah kirim obat tiga kali dalam satu tahun. Tim dokter baru turun kemarin, sebelumnya hanya perawat yang menangani,” jelasnya.

Baca juga: KKB Papua Serang Pos Aparat di Kabupaten Yahukimo 

Hosea juga menyampaikan bahwa tenaga kesehatan non-OAP (Orang Asli Papua) masih mengalami trauma sehingga belum semuanya dapat kembali bertugas.

“Kami terima semua ini dengan lapang dada. Tapi kami juga tidak bisa serta-merta menyalahkan pihak lain,” ungkapnya.

Baca juga: Petugas Tangkap DPO Pentolan OPM Kabupaten Yahukimo: Dia Gabung Dengan Akse Mabel

Sementara itu, Kepala Kampung Ikmok, Enos Kwak, meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak menjadikan situasi ini sebagai perdebatan yang kontraproduktif.

“Harapan kami, semua pihak bisa bersinergi. Kami di lapangan terus berupaya, tapi soal data wabah itu saja kami belum terima secara resmi. Media seharusnya membantu menyebarkan informasi yang benar dan tidak menyesatkan,” ucapnya.

Baca juga: Masyarakat Suku Yali dan Mek Minta Partai NasDem Tunjuk Yafet Saram Ketua DPRD Yahukimo

Enos menambahkan, banyak informasi di media tidak sesuai dengan kondisi nyata, sehingga penting bagi jurnalis untuk melakukan verifikasi langsung ke lapangan.(*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved