Minggu, 19 April 2026

Pilkada Sarmi 2024

Victor Ruwayari Ungkap Pengaruh Figur dan Primordialisme di Pilkada Kabupaten Sarmi 2024

Penokohan seorang figur pada suatu kontestan Pemilu atau Pilkada bukan sekedar primordialisme belaka yang dapat mematikan aspirasi masyarakat.

Penulis: Anderson Esris | Editor: Lidya Salmah
istimewa
Mantan Komisioner KPU Kabupaten Sarmi periode 2014-2024, Victor Ruwayari. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Anderson Esris

TRIBUN-PAPUA.COM, SARMI- Mantan Komisioner KPU Kab Sarmi Periode 2014 -:2024  Victor Ruwayari menilai, penokohan seorang figur mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keterpilihannya saat ia mencalonkan diri dalam Pilkada.

Sebab, para pemilih di daerah banyak yang menekankan pada aspek “putra asli daerah”.

"Sehingga ada upaya dari para calon peserta Pilkada untuk menggiring masyarakat sebagai pemilih pada isu primordialisme,"kata Victor Kepada Tribun-Papua di Sarmi, Senin (19/8/2024).

Victor mengatakan, keberadaan Pilkada di daerah sebetulnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Dengan demikian, menurut dia,  isu yang ditonjolkan seharusnya tentang gagasan akan sebuah kebijakan, bukan semata putra asli daerah atau tidak.

"Oleh sebab itu, para calon peserta Pilkada harus punya pemahaman yang baik seputar permasalahan di daerah daripada hanya menonjolkan sisi dari mana ia berasal,"tuturnya. 

Baca juga: Pasca-dilantik Jadi Pj Bupati Sarmi, Iman Djuniawal Langsung Pimpin Upacara HUT ke-79 RI

"Masyarakat kita hari ini memang tidak lepas dari pengaruh kedaerahan, tetapi harus juga kita dorong untuk lebih rasional. Sehingga ke depan, figur-figur ini harus difilter dengan pemahaman masyarakat terhadap apa yang menjadi program mereka,"imbuhnya.

Victor juga menyebut bahwa, peran media massa bukan hanya sebagai media promosi yang hanya sekadar menunjukkan nama, wajah, serta dari mana dia berasal.

Namun, lanjut dia, harus mengedepan slogan apa yang sebetulnya menjadi arah kebijakan mereka ke depan.

"Figur calon peserta Pilkada yang bukan putra asli daerah perlu memiliki pemahaman tentang aspek historis dan antropologis masyarakat tempatnya berkontestasi. Di samping itu, mereka juga harus mampu menunjukkan rekam jejak terkait pembangunan dan pemberdayaan di lingkungan masyarakatnya,"paparnya.

Masyarakat Kabupaten Sarmi yang dijuluki negeri 1000 ombak ini sangat  terbuka.

Baca juga: Tiba di Kabupaten Sarmi, Iman Djuniawal dan Istri Disambut Tarian Suku Armati

Menurut Victor, siapapun bisa membuktikan diri untuk membangun Kabupaten Sarmi menjadi lebih baik, tetapi jangan sampai menyalahi prinsip-prinsip latar belakang masyarakat  Sarmi.

"Selain itu, rekam jejak calon peserta Pilkada itu harus bisa diuji, bagaimana dampak yang bisa ia timbulkan selama dia berada pada posisi tertentu di masyarakat. Contoh pejabat Kabupaten yang mencalonkan diri di Kabupaten ,bagaimana kiprahnya di Kabupaten sebelumnya ini yang diperkenalkan kepada masyarakat,”bebernya. 

Dalam kontestasi Pemilu maupun Pilkada, peran partai politik menjadi penting.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved