Jalan Trans Papua
Libatkan Kontraktor OAP Solusi Atasi Konflik Pembangunan Jalan Trans Papua
Ia mengatakan, pemerintah pusat telah mengucurkan dana besar untuk pengerjaan Trans Papua di sejumlah kabupaten di Papua Pegunungan seperti Nduga
Penulis: Noel Iman Untung Wenda | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com/Noel Iman Untung Wenda
TRIBUN-PAPUA.COM,WAMENA -Tokoh Intelektual Pemuda Lapago, Isak Wetipo meminta Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memberdayakan kontraktor Orang Asli Papua (OAP) dalam pengerjaan proyek Nasional, jalan Trans Papua.
Isak Wetipo di Wamena baru-baru ini mengatakan, keterlibatan kontraktor OAP merupakan solusi untuk mencegah kontak tembak yang terus terjadi di wilayah Papua Pegunungan dalam pengerjaan proyek jalan Trans Papua.
Baca juga: Hari Ini 30 Anggota DPRK Jayawijaya Dilantik
Ia mengatakan, pemerintah pusat telah mengucurkan dana besar untuk pengerjaan Trans Papua di sejumlah kabupaten di Papua Pegunungan seperti Nduga dan Yalimo dan semenjak itu terjadi konflik bersenjata antara kelompok sipil bersenjata dan aparat keamanan yang melakukan pengamanan proyek.
“Semenjak adanya pengerjaan jalan Trans Papua, daerah Yalimo yang sebelumnya aman mulai terjadi kontak tembak sejak tahun 2024 hingga kini. Hal ini harus menjadi evaluasi aparat keamanan, pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan pemerintah daerah,” papar Isak.
Gangguan itu terjadi lantaran pengerjaan jalan trans Jayapura - Wamena belum melibatkan pengusaha Papua.
Baca juga: Inovasi Untuk Negeri: Lanud Silas Papare dan Unhan RI Serahkan Kapal Canggih unruk Kampung Putali
"Padahal, dengan melibatkan masyarakat yang berasal dari daerah itu, dia yang mengetahui kultur budaya setempat sehingga akan berkontribusi untuk memastikan keamanan," ujarnya.
Ia mengungkapkan, total dana sebesar Rp3 triliun untuk pengaspalan dan peningkatan jalan Trans Papua dari Jayapura - Wamena serta ruas jalan di Papua Pegunungan.
Baca juga: Gelar Rakor APBD, Pj Bupati Jayapura Tegaskan Soal SPJ Setiap OPD
Namun dana tersebut belum digunakan dengan optimal karena konflik keamanan yang terus terjadi hingga kini.
"Minimal adanya anggaran yang dikucurkan untuk kontraktor OAP yang berada di bawah binaan Kementerian Pekerjaan Umum," katanya.
Kontraktor berharap Kementerian Pekerjaan Umum memilih Kepala Balai Jalan di wilayah Papua yang merupakan orang asli Papua yang lebih memahami kultur budaya masyarakat setempat.
Baca juga: Potensi Pariwisata Papua Tengah: Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan
“Seharusnya kami juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengelola anggaran pengaspalan dan peningkatan jalan Trans Papua. Apabila kontraktor OAP dilibatkan, kami menjamin akan menjaga keamanan di lokasi proyek,” ucapnya. (*)
Jalan Trans Papua
Anggota Polri Gugur Ditembak KKB
KKB Tembak Brimob di Papua Pegunungan
kontraktor Papua
Kementerian Pekerjaan Umum
| Jalan Trans Jayapura-Wamena Terus Meminta Tumbal, Pelintas Desak Pemerintah Bangun Lebih Layak |
|
|---|
| Sopir Lintas Nabire Paniai Tercekik Pajak Liar Masif Berulang Kali |
|
|---|
| Pembangunan Jalan Trans Papua Capai Tahap Akhir, Sisa 50 Kilometer: Jayapura-Wamena Makin Dekat |
|
|---|
| 50 Kilometer Jalan Trans Papua Jayapura –Wamena Tuntas Akhir 2026: Ada 16 Jembatan Baru |
|
|---|
| Wagub Minta Jalan Trans Papua Jayapura - Wamena Ditutup Karena Rusak Terus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Trans-Papua-23-jan-25.jpg)