FBMW 2025
Parade Perahu Perang Serta Perahu Dagang Tradisional Meriahkan FBMW 2025
Kalau perahu iron dulunya digunakan sebagai sarana berdagang juga membawa ukiran khas yang mencerminkan kekuatan dan identitas budaya. Kalau motif nag
Penulis: Taniya Sembiring | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Taniya Sembiring
TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK - Semangat leluhur kembali mengalir di perairan Kampung Ruar, Distrik Biak Timur saat Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) tahun 2025 digelar.
Sebanyak 13 perahu dari sanggar-sanggar seni lokal turut ambil bagian. Masing-masing perahu ditumpangi 22 peserta pendayung dengan penuh semangat dan kebanggaan.
Baca juga: Kemenparekraf Sebut FBMW 2025 Masuk KEN, Bupati Biak Dorong Menuju Skala Internasional
Dua jenis perahu kas Biak tampil dominan dalam parade ini, perahu perang dan perahu Wairon.
Perahu perang yang dikenal dengan bentuk simetris di bagian depan dan belakang dihiasi ukiran motif naga simbol kekuatan tertinggi menurut tradisi suku Biak.
Baca juga: Peserta Pameran E-Craft Dari Sarmi Hingga Waropen Ikut Meramaikan FBMW 2025
"Kalau perahu wairon dulunya digunakan sebagai sarana berdagang juga membawa ukiran khas yang mencerminkan kekuatan dan identitas budaya. Kalau motif naga ini bukan sekedar hiasan," ujar Kordinator Parade Perahu Tradisional Edison Randongkir kepada Tribun-Papua di Biak Selasa (1/6/2025).
Menurut masyarakat setempat, naga adalah lambang kekuatan yang menyatukan darat dan laut.
Baca juga: Dubes Seychelles Mengaku Kagum Dengan FBMW 2025 dan Pesona Biak
Ukiran ini diyakini memberi kekuatan pada para pendayung bagi dalam pertempuran maupun dalam perjalanan kehidupan.
"Festival ini tidak hanya menjadi ajang budaya tetapi juga cerminan adaptasi masyarakat ke pulau yang hidup berdampingan dengan alam," jelasnya.
Baca juga: Bertemu Bupati Biak, Dubes Seychelles Usul FBMW Dibuat Skala Internasional
Parade perahu menjadi simbol awal rangkaian acara yang sarat filosofi menjadikan FBMW sebagai kalender budaya nasional yang terus dirayakan setiap tahun.
Dengan atmosfer sepenuh semangat suara gendang adat dan syamil angin laut, Festival Biak Munara Wampasi mengajak masyarakat Indonesia dan dunia untuk kembali menyelami nilai-nilai kearifan lokal yang memperkaya wajah kebudayaan nusantara.(*)
Tribun-Papua.com
FBMW 2025
Festival Biak Munara Wampasi (FBMW)
Festival Budaya Biak
Biak
Pemkab Biak Numfor
Bupati Biak Numfor
Wakil Bupati Biak Numfor
| Melalui FBMW, Pemkab Biak Merevitalisasi Budaya Menjadi Pesona Bernilai Ekonomi |
|
|---|
| Festival Biak Munara Wampasi Tarik Wisatawan Lokal dan Mancanegara |
|
|---|
| Wisatawan FBMW 2025 Antusias Menyaksikan Puing Sejarah Kelam 3.000 Tentara Jepang di Abyab Binsari |
|
|---|
| Dispar Biak Melalui “Exotic Tour FBMW” Ajak Wisatawan Kunjungi Gua Jepang-Negeri Dongeng |
|
|---|
| Kemenparekraf Siap Dukung Pengembangan Pariwisata Biak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/dmgkohohkldlssa.jpg)