Senin, 13 April 2026

YPMAK

YPMAK Gandeng Pakar Ekspor Latih Warga Kamoro Produksi Minyak Kelapa

Program VCO dirancang khusus bagi warga Kamoro di Kampung Uta dan wilayah Kokonao, serta sebagian Timika yang selama ini hidup

Tribun-Papua.com
MASYARAKAT MIMIKA - YPMAK menggelar Pelatihan Produksi Minyak Goreng Kelapa dan VCO berbasis potensi lokal, teknologi tepat guna dan berkelanjutan di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika, Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini melibatkan masyarakat di kawasan pesisir yang memiliki sumber daya kelapa melimpah. 

Ringkasan Berita:
  • YPMAK menggandeng PT Dorei Kelapa Mandiri melatih warga Kamoro di Mimika (25–28 Februari 2026) untuk memproduksi minyak goreng dan VCO guna meningkatkan nilai ekonomi.
  • Program ini fokus pada penggunaan teknologi tepat guna agar masyarakat Kampung Uta, Kokonao mampu berproduksi secara mandiri, higienis dan berkelanjutan demi kesejahteraan keluarga.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar Pelatihan Produksi Minyak Goreng Kelapa dan Virgin Coconut Oil (VCO) berbasis potensi lokal, teknologi tepat guna dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan ini YPMAK menggandeng PT Dorei Kelapa Mandiri untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat wilayah pesisir kampung binaan YPMAK di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Program VCO dirancang khusus bagi warga Kamoro di Kampung Uta dan wilayah Kokonao, serta sebagian Timika yang selama ini hidup berdampingan dengan sumber daya kelapa di sepanjang pesisir.

Pelatihan dilaksanakan di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika, Rabu (25/2/2026). Kegiatan nantinya berlangsung selama tiga hari terhitung sejak 25 hingga 28 Februari 2026.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kota Jayapura Hari Ini, Kamis 26 Februari 2026: Abepura Hujan Ringan

Direktur PT Dorei Kelapa Mandiri, Diah Mamoribo mengatakan, dengan tema pelatihan produksi minyak goreng kelapa dan VCO, pihaknya ingin mendorong optimalisasi potensi kelapa yang melimpah di Papua, khususnya di Mimika.

Diah mengatakan bahwa kelapa merupakan anugerah alam yang melimpah namun selama ini belum diolah secara optimal sehingga belum memiliki nilai tambah. 

“Melalui pelatihan ini kami ingin membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis agar kelapa tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Baca juga: 600 Guru Kabupaten Jayapura Sepakat Mogok Hingga Waktu Tidak Pasti

Menurutnya, produk turunan seperti minyak goreng kelapa dan VCO memiliki manfaat besar bagi kesehatan sekaligus dapat meningkatkan ekonomi keluarga dan lingkungan sekitar.

Pelatihan ini juga menekankan penggunaan teknologi tepat guna, yakni teknologi sederhana yang efisien, mudah diterapkan serta sesuai dengan kondisi lokal masyarakat pesisir.

Dengan pendekatan tersebut, peserta didorong agar mampu memproduksi minyak kelapa dan VCO secara mandiri, higienis dan konsisten tanpa ketergantungan pada peralatan mahal maupun sistem yang rumit.

“Kami berharap para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga terinspirasi untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjadi pelaku perubahan di lingkungan masing-masing,” harapnya.

Baca juga: Wabup Biak Numfor: Program Kerja Harus Berbasis Kebutuhan Riil Masyarakat

Sementara itu, Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka mengajak peserta mengikuti pelatihan tersebut secara serius karena materi diberikan langsung oleh pelaku usaha asli Papua yang telah menembus pasar ekspor.

“Yang memberikan materi ini benar-benar paham tentang manfaat kelapa dan merupakan pelaku usaha kelapa yang sudah ekspor ke luar negeri. Jadi bisa langsung membimbing masyarakat kita agar mendapatkan nilai ekonominya,” jelas Leonardus.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved