YPMAK
SATP Mimika Terapkan Metode Montessori Demi Akomodir Motorik Kinestetik Anak Papua
Penerapan metode ini dilakukan setelah melalui kajian panjang terhadap karakteristik peserta didik SATP yang 100 persen merupakan anak
Hasilnya pun mulai terlihat. Dalam penampilan kelas 1 pada 14 Februari lalu, siswa yang baru menjalani pembelajaran selama empat bulan menunjukkan perkembangan signifikan.
Baca juga: YPMAK Gandeng Pakar Ekspor Latih Warga Kamoro Produksi Minyak Kelapa
“Persiapannya hanya empat bulan, dan hampir semua sudah bisa baca, tulis, dan hitung secara konkret. Dengan metode ini jauh lebih efektif karena sesuai dengan karakteristik mereka,” ungkapnya.
Sementara Kepala Program Montessori SATP, Theodora Karmayanti Widyaningsih menjelaskan, Program pembelajaran di sekolah ini menekankan pada penguatan bahasa lisan, sebagai bagian dari konsep early childhood (Anak Usia Dini), early literacy (Literasi Dini/Keaksaraan Awal) dan early childhood education (Pendidikan Anak Usia Dini/PAUD).
Salah satu fokus utama adalah pengembangan bahasa lisan yang terintegrasi dengan aktivitas pembelajaran literasi.
"Kegiatan seperti pertunjukan seni dan aktivitas kreatif lainnya dirancang agar bermakna bagi anak. Dengan demikian, anak tidak sekadar menghafal, melainkan memahami secara alami," kata Theodora.
Ia menjelaskan, melalui pendekatan tersebut, anak diperkenalkan pada berbagai kosakata dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: 600 Guru Kabupaten Jayapura Sepakat Mogok Hingga Waktu Tidak Pasti
Misalnya, belum tentu semua anak mengetahui nama benda seperti rak atau dingklik. Karena itu, keterlibatan anak dengan lingkungan menjadi hal penting agar mereka mengenal dan memahami istilah-istilah tersebut.
Komunikasi antara guru dan siswa juga menjadi kunci dalam memperkaya kosakata anak.
Percakapan, bernyanyi, dan berbagai aktivitas lisan lainnya dilakukan agar bahasa Indonesia yang mereka gunakan menjadi lebih bermakna dalam keseharian.
Selain itu, aktivitas pembelajaran dirancang untuk melatih konsentrasi dan koordinasi gerak tangan guna menstimulasi perkembangan otak anak.
Seluruh kegiatan dilakukan secara praktik. Anak mengambil alat yang telah dijelaskan penggunaannya oleh guru, kemudian memilih aktivitas yang ingin dikerjakan.
Baca juga: DPRK Jayapura Ajak 600 Guru Mengajar Walau Hak Mereka Rutin Terhambat Tiap Tahun
Setelah menyelesaikan tugas secara mandiri, mereka meminta persetujuan guru sebelum beralih ke kegiatan lain.
Setiap anak juga didampingi untuk mengungkapkan perasaannya, apakah merasa senang, kesulitan, atau tidak nyaman.
Guru mencatat perkembangan harian secara detail melalui catatan khusus, layaknya rekam medis, sehingga perkembangan tiap individu dapat terpantau.
Kegiatan belajar dimulai pukul 07.00 WIT. Pada 30 hingga 40 menit pertama, anak mengikuti kegiatan pembukaan seperti meditasi dan mendengarkan cerita.
Tribun-Papua.com
Kepala SATP Mimika Sonianto Kuddi
SATP Mimika
Metode Montessori
Info Kabupaten Mimika
Mimika
Sekretaris YPMAK
Kepala Daerah Alumni Beasiswa YPMAK
SATP Milik YPMAK
Direktur Utama YPMAK
Direktur YPMAK
Wakil Direktur YPMAK
YPMAK
| YPMAK Perketat Transparansi Anggaran Program Kampung di Mimika |
|
|---|
| Program Kampung yang Didanai YPMAK Mendorong 40 Persen Partisipasi Perempuan |
|
|---|
| YPMAK Perpanjang Kerja Sama dengan BPJS Demi Kesehatan Warga Tujuh Suku |
|
|---|
| Anak Nelayan Tradisional Mimika Kini Jadi Taruna Berprestasi Berkat Dukungan YPMAK |
|
|---|
| Kisah Modestus Anak Kamoro Raih Beasiswa YPMAK Hingga Bermimpi ke Jepang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/jsajdklasjdklasdas.jpg)