Senin, 8 Juni 2026

YPMAK

SATP Mimika Terapkan Metode Montessori Demi Akomodir Motorik Kinestetik Anak Papua

Penerapan metode ini dilakukan setelah melalui kajian panjang terhadap karakteristik peserta didik SATP yang 100 persen merupakan anak

Tayang:
Tribun-Papua.com
SATP- SATP Mimika, tengah menerapkan model pembelajaran Montessori sejak Juli 2024, di Ruang Kelas Montessori SATP, Jalan Sopoyono SP 4, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Senin (16/2/2026). 

Suasana kelas dijaga tetap tenang. Anak diperbolehkan berdiskusi, berjalan, maupun bekerja sama dengan teman, namun tetap dalam aturan yang berlaku.

Baca juga: Anggaran Dipangkas Rp 111 Miliar, Pemkab Biak Numfor Perketat Skala Prioritas

Terkait capaian pembelajaran, pihak sekolah menegaskan tidak ada standar kaku dalam pendekatan Montessori.

Program ini dirancang untuk rentang kelas 1 hingga kelas 2. Anak yang memiliki perkembangan lebih cepat dapat melaju sesuai kemampuannya, sementara yang masih membutuhkan waktu akan tetap didampingi.

Penilaian dilakukan secara deskriptif dan individual, sehingga tidak ada anak yang tertinggal. Sebagian besar siswa kelas 1 disebut sudah mampu membaca, menulis, dan berhitung, meski dengan capaian yang berbeda-beda.

Pihak sekolah memastikan pemahaman anak menjadi tujuan utama, bukan sekadar formalitas.

Program ini telah berjalan sejak Juli 2024. Pada awalnya masih berupa program pendamping di kelas reguler.

Namun mulai Juli tahun ajaran 2025/2026, program Montessori diterapkan secara utuh untuk kelas 1, dengan siswa belajar penuh dari pagi hingga siang di kelas khusus.

Dalam satu kelas terdapat sekitar 24 hingga 27 siswa. Pendekatan learning by doing menjadi ciri utama metode ini, di mana anak belajar melalui praktik langsung, bukan sekadar hafalan.

Baca juga: Imigrasi Jayapura Tindak 115 WNA Sepanjang 2025, Mayoritas Berakhir Deportasi

Meski belum ada perbandingan resmi dengan kelas reguler, pihak sekolah menilai indikator yang paling terlihat adalah perkembangan mental siswa.

Anak dinilai lebih mandiri, percaya diri, dan memiliki karakter yang lebih kuat. 

Pendekatan Montessori disebut tidak terlepas dari pembangunan karakter sebagai fondasi utama pembelajaran. (*)

Sumber: Tribun Papua
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved