Breaking News:

HUT OPM

Tolak Hari Jadi OPM, Berikut Pernyataan Sikap Tokoh Adat Papua Jelang 1 Desember

Mereka sudah tidak mau lagi tertipu oleh tipu daya Organisasi Papua Merdeka (OPM) saoal iming-iming kemerdekaan Papua Barat.

Tribun-Papua.com/Istimewa
TOLAK HUT OPM - Tokoh adat wilayah Kabupaten Keerom menggelar deklarasi dan menyatakan sikap menolak peringatan HUT Papua Barat 1 Desember. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Tanggal 1 Desember 2021 yang diklaim oleh kelompok ataupun simpatisan Papua Merdeka sebagai hari kemerdekaan Papua Barat mendapat penolakan dari sebagian besar masyarakat, setiap tahunnya.

Baca juga: Herman Yoku: HUT Kemerdekaan Papua 1 Desember Adalah Sebuah Kekeliruan Sejarah 

Herman Yoku: Bendera Bintang Kejora Itu Bukan Bendera West Papua Tetapi Bendera Sepabola dari Nafri

Kini, penolakan dari masyarakat Papua juga disampaikan lewat sejumlah tokoh masyarakatnya.

Mereka sudah tidak mau lagi tertipu oleh tipu daya Organisasi Papua Merdeka (OPM) saoal iming-iming kemerdekaan Papua Barat.

Baca juga: 168 Warga Asli Papua Dikeluarkan dari Area PT Freeport, Ini Penyebabnya

Hebatnya, mantan kombatan TPN OPM wilayah Keeerom yang telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, juga menyatakan penolakan tegas.

Dimpimpin Herman Yoku selaku tokoh adat wilayah Keerom, mereka menggelar deklarasi dan menyatakan sikap menolak peringatan HUT Papua Barat 1 Desember.

Baca juga: Waspada, Ini 10 Daerah Longsor di Kota Jayapura Saat Musim Hujan

Berikut 5 pernyataa dalam deklarasi masyarakat Papua di Keerom:

  1. Mengajak seluruh elemen masyarakat Papua khususnya dan umumnya masyarakat Indonesia untuk menolak HUT OPM pada tanggal 1 Desember.
  2. Meminta kepada semua pihak keamanan agar dapat menindak tegas setiap adanya kelompok yang akan merayakan HUT OPM.
  3. Menolak dengan tegas kelompok separatis yang sering menyengsarakan masyarakat dan menghambat pembangunan.
  4. Mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, NKRI sudah final dan Papua tetap berada dalam pangkuan NKRI.
  5. Papua tetap merah putih, Papua NKRI, Papua Damai.
  6. Baca juga: Jenderal Dudung Ungkap Keinginannya Tumpas Radikalisme dan Terorisme Seperti Orde Baru

Sekadar diketahui, lima poin pernyataan sikap tersebut dibacakan langsung Herman Yoku selaku tokoh masyarakat atau tokoh adat Papua dari wilayah Kabupaten Keerom. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved