Pemilu 2024
Mengapa SISTEM NOKEN Perlu Ditinjau?
Komisioner KPU Papua Pegunungan, Theo Kossay mengatakan, sudah saatnya perlu ditinjau pemberlakuan sistem noken pada pemungutan suara di Pemilu.
Oleh: Frans Maniagasi (Pengamat Politik Lokal Papua)
7 Februari 2024 di Wamena, Ibu Kota Provinsi Papua Pegunungan dilaksanakan rapat koordinasi oleh Penjabat Gubernur Dr Velix Wanggai bersama delapan bupati serta anggota Forkopimda terkait persiapan pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Umum, baik Pilpres maupun Pileg yang digelar serentak, Rabu (14/2/2024).
Rapat yang dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, John Wempi Wetipo.
Baca juga: HISTORI Sistem Noken ala Papua di Pemilu
Dalam rapat tersebut salah satu topik yang menjadi sorotan komisoner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Pegunungan, Theo Kossay.
Kossay menyatakan, sudah saatnya perlu ditinjau pemberlakuan sistem noken pada pemungutan suara di Pemilu.
Hal itu tentunya menimbulkan pertanyaan dalam benak saya (penulis), mengapa sistem noken perlu ditinjau kembali?
Selama ini sistem noken menjadi sarana oleh masyarakat di wilayah pegunungan menyalurkan aspirasinya dalam pemilihan.
Untuk menjawab pertanyaan itu ada dua pandangan yang perlu diperhatikan.
Pertama, pendapat yang menyatakan, sistem noken yang dipraktikkan pada Pemilu (Pilpres dan Pileg) maupun pilkada kabupaten dan provinsi nanti dianggap tidak relevan dengan perkembangan demokrasi.
Selain tak relevan, dipandang bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi modern. Pengalaman empiris menunjukkan inheren dengan praktik sistem noken telah berimplikasi terjadinya manipulasi dan transaksi suara.
Baca juga: VIRAL Video Sistem Noken Dukung Paslon Nomor 2, Natalius Pigai: Saya Siap Bertangungjawab
Konsekuensinya, muncul kriminalisasi pada setiap kali event Pemilu, seperti sinyalemen Ketua Bawaslu Provinsi Papua Pegunungan. Kasus-kasus hari ini yang terjadi tak terhindarkan yang sedang aktual kita hadapi.
Ekses lain tak terhindarkan adanya mobilisasi dalam pemberian suara yang tersentralisasi pada seseorang yang otomatis berlawanan dengan demokrasi sistem one man one vote.
Praktik ini mudah dilakukan oleh elite birokrasi dan pemerintahan untuk mengintervensi hasil suara di tingkat PPD.
KPU Papua Pegunungan TUNDA Penetapan Kursi DPR, Ini Alasannya |
![]() |
---|
Tolak Pergantian Sepihak Anggota DPD Dapil Papua, Berikut Sikap Tegas Keluarga Besar Regina Muabuay |
![]() |
---|
Keluarga Regina Muabuay Minta KPU Akomodir Posisi DPD Terpilih Digantikan Perempuan Asli Papua |
![]() |
---|
Hari Ini Tiba di Jakarta, KPU Papua Pegunungan Serahkan Hasil Pleno |
![]() |
---|
KPU Papua Pegunungan Ungkap Kendala Penetapan DPRD, Ini Kata Daniel Jingga |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.